Blogger Widgets -------"INTEL SEMOK 13" TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS JEMBER-------

Selasa, 03 Desember 2013

TRANSMISI DIGITAL

Transmisi Digital

Transmisi digital adalah pengiriman informasi melalui media komunikasi fisik dalam bentuk sinyal digital. Sinyal analog juga harus didigitalkan terlebih dahulu sebelum dikirim. Namun, karena informasi digital tidak dapat dikirim langsung dalam bentuk 0 dan 1, maka informasi tersebut harus dikodekan terlebih dahulu dalam bentuk sinyal dengan dua keadaan, misalnya perbedaan tegangan, antara dua kawat, ada / tidaknya arus dalam kawat, ada / tidaknya cahaya.
Transformasi informasi biner menjadi sinyal dua arah dilakukan oleh DCE, yang  juga dikenal sebagai base band decoder.

Pengkodean Sinyal
Untuk mengoptimalkan transmisi, sinyal harus dikodekan untuk memfasilitasi transmisi pada medium fisik. Ada berbagai sistem pengkodean untuk tujuan ini yang
dapat dibagi menjadi dua kategori:
- Two-level encoding: the signal can only take on a strictly negative or strictly positive value (-X or +X, where X represents a value of the physical quantity being used to transport the signal)
- Three-level encoding: the signal can take on a strictly negative, null or strictly positive value (-X, 0 or +X)
a. NRZ Encoding
NRZ encoding (No Return to Zero), adalah sistem pengkodean pertama, dan juga yang paling sederhana. Ini terdiri dari hanya mengubah 0s ke-X dan 1s ke + X, yang menghasilkan pengkodean bipolar di mana sinyal tidak pernah null. Akibatnya, penerima dapat mengetahui apakah sebuah sinyal ada atau tidak.
b. NRZI Encoding
NRZI berbeda secara signifikan dari pengkodean NRZ. Dengan pengkodean ini, ketika nilai bit adalah 1, sinyal perubahan keadaan setelah jam berdetak. Ketika nilai bit adalah 0, sinyal tidak mengubah keadaan. Encoding ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
- Mendeteksi apakah sinyal ada atau tidak
- Kebutuhan arus transmisi sinyal rendah
Namun, ada satu masalah: adanya arus kontinu sepanjang urutan nol, yang mengganggu sinkronisasi antara pemancar dan penerima.
c. Manchester Encoding
Manchester encoding, juga disebut biphase encoding atau PE (Phase Encode), memperkenalkan transisi di tengah-tengah setiap interval. Bahkan, itu dilakukan untuk melakukan operasi eksklusif OR (XOR) dari sinyal dengan sinyal clock.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar